Pagi ini, saya merasakan betapa sulitnya ketika ibu saya sedang tidak ada dirumah dikarenakan ibu saya sedang pergi ke Bandung. Biasanya setiap senin pagi ibu saya selalu mempersiapkan sarapan dan membawakan saya dan adik saya bekal untuk makan siang. Setiap senin pagi rutinitas saya begitu bangun tidur, langsung masuk ke kamar mandi dan mempersiapkan baju apa yang akan saya bawa ke mess. Namun, ketika ibu saya sedang tidak ada dirumah, saya harus bangun lebih pagi.
Saya bangun jam setengah 6 pagi, lebih pagi dari biasanya. Begitu saya bangun, saya langsung ke dapur. Saya masak ( lebih tepatnya hanya menggoreng saja, hehe ) untuk adik saya, karena dia harus bawa bekal. Ketika saya mulai menggoreng, tiba - tiba gas nya habis. Saya langsung bingung dimana tempat beli gas? karena selama ini saya tidak pernah beli gas. Saya tanya ayah saya dia juga bilang tidak tahu.
Padahal saya pernah melihat ibu saya beli gas dipagi hari.
Kejadian ini langsung membuat saya teringat akan sosok seorang ibu yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Saya sangat merasakan bagaimana susah nya menjadi seorang ibu. Ketika pagi hari harus sudah bangun mempersiapkan sarapan untuk anak - anak. Belum lagi masak untuk bawa bekal. Siang hari mencuci baju, gosok, cuci piring. Saya pun pernah melakukan rutinitas itu selama liburan, dan rasanya sungguh melelahkan.
Saya sangat bangga kepada ibu saya yang selalu setia menjalankan tugasnya. Selain mengurus anak dan suami, ia juga harus membagi waktu untuk dirinya sendiri, bahkan terkadang ia tidak punya waktu untuk memanjakan dirinya. Saya sangat bersyukur saya memiliki ibu yang sangat baik dan perhatian. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi ibu dalam hidup ini.
Ibu adalah orang yang selalu mendukung saya. Bahkan dalam doanya pun, nama saya selalu disebut. Saya bangga memiliki mu ibu. Tidak ada kata yang dapat terucap untuk dapat mengungkapkan rasa terima kasih saya untuk ibu.
Saya jadi teringat akan lagu yang sewaktu kecil selalu dinyanyikan oleh anak - anak
Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Ya, lagu itu memang benar adanya. Kasih ibu memang sepanjang masa. Mungkin ketika saya mempunyai anak nanti, ibu saya akan tetap ada untuk saya dan membantu saya dalam merawat anak. Dia selalu memberi yang terbaik, meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.
Hari ini saya kembali diingatkan untuk terus menghargai apa yang telah dilakukan ibu untuk saya. Terima kasih ibu telah hadir dalam kehidupan saya. Jasa baikmu akan selalu diingat sampai kapan pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar