biaya:
konsultasi 300.000
vitamin 770.000
admin 50.000
total 1.120.000
setelah minum sekitar 1 bulanan, saya masih menstruasi juga hehe, jadi saya dan suami memutuskan untuk memberhentikan vitamin tersebut dan akan fokus promil ditahun 2019. Ini adalah konsul terakhir di tahun 2018.
2019
Tahun 2019 ini saya dan suami bertekad untuk semakin fokus untuk menjalankan program hamil.
kalau ditahun 2017 saya ke dokter hanya 1x karena masih diawal-awal pernikahan. Tahun 2018 juga beberapa kali saja, nah tahun ini bener-bener fokus dan semakin diniatkan karena usia pernikahan sudah memasuki 2 tahun lebih.
Tanggal 12 Januari 2019
saya pernah cerita di blog sebelumnya kalau saya ingin sekali ganti dokter, dan setelah saya googling dapatlah disalah satu blog ada yang berhasil program dengan dokter Handojo Tjandra di RS Omni. Dokter ini sepertinya masih saudaraan sama dokter Ong Tjandra yang saya promil sebelumnya di Betshaida. ( selain nama belakang yang sama, mereka juga bersama2 membuka klinik di daerah serpong, namanya klinik sehati ). Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan beliau, saya ceritakan semua apa yang saya sudah lakukan selama ini, dan saya bawa semua catatan hasil program sebelumnya. Dokternya sangat baik, mau mendengarkan, dan tidak terburu-buru saat konsultasi. Setelah konsul, lalu dokternya cek rahim saya melalui transvaginal. Beliau bilang rahim oke, dan saya disarankan agar cek HSG ( untuk melihat apakah ada penyumbatan disaluran tuba ). Jujur, sebenarnya saya tidak mau sampai HSG karena teman ada yang bilang rasanya sangat tidak nyaman, dan sakit. Tapi karena dokter menyarankan seperti itu saya tetap harus ikutin.
biaya:
Dokter 250.000
Transvaginal 585.000
obat 239.715
by adm dan kartu 80.000
Total 1.154.715
Tanggal 2 Febuari 2019
Akhirnya saya memberanikan diri untuk tes HSG. Pas di hari ke 11 setelah haid, saya ditemani suami ke RS Betshaida. Sebelum ke RS saya sudah browsing2 tentang HSG ini. ada yang bilang sakit, ada yang bilang tidak. Tapi saya mau tetap optimis dan terus berfikir tidak sakit. Sesampainya di ruang radiologi, suster menyuruh saya berganti pakaian dulu (pakaian RS), setelah itu saya mulai masuk ke suatu ruangan, saya di suruh berbaring diatas tempat ( diatas alat untuk HSG ) mulailah bagian perut kebawah difoto melalui alat tersebut, gunanya untuk mengambil gambar sebelum rahim dimasukan cairan. Lalu dokter mulai memberikan betadine, dan mulai memasukan alat ke bagian vagina dan menyemprotkan cairan. Begitu cairan itu disemprotkan rasanya mules seperti mau buang air besar, melilit. Sewaktu cairan dimasukan, bagian atas alat tersebut memfoto bagian rahim. Saya pikir sekali semprot sudah selesai, ternyata belum, harus sekali lagi, lalu mulai mules lg. Dokternya sih baik dia ajak saya bicara terus biar saya tidak ingat-ingat rasa mulesnya. Tapi saya tidak bisa fokus apa yang dokter tanya, jadi saya balas sesingkat mungkin ( orang lagi mules diajak ngomong wkwk maap yaa dok ). Nah setelah semprotan kedua dan sudah difoto akhirnya saya diperbolehkan untuk beres-beres setelah itu berbaring kembali diatas alat HSG, bukan untuk disemprot cairan lagi ya hehehe tapi untuk difoto bagaimana keadaan rahim setelah disemprotkan cairan. Test HSG pun selesai, menurut saya test ini cukup membuat saya risih dan ketika cairan dimasukan berasa mules, dan cukup membuat saya trauma haha. Apalagi pas masuk keruangan nya, dingin, sendirian, hanya ditemani 2 suster dan 1 dokter duhh berasa kayak mau lahiran normal wkwkwk.
Ketika
saya keluar dari ruangan, saya liat suami saya sedang gelisah ketika
saya tanya kenapa, dia bilang katanya dia kepikiran kenapa saya lama sekali, dia sambil
baca mazmur 91 untuk mendoakan saya ( udah kayak mau lahiran kan didoain
begitu kwkwkw ) tapi ya itulah tugas suami selalu mensupport dan
mendoakan. Saya dan suami menunggu kurang lebih 1 jam untuk menunggu
hasilnya. Sambil menunggu, saya terus berdoa biar hasil nya bagus, dan
biar tidak ada penyumbatan, dan saya makan es cream untuk menenangkan
hati saya. Jujur, tangan dan kaki saya gemetaran, keluar dari ruangan radiologi
masih lemes dan deg-deg an.
Hasil
pun keluar, saya ambil dan saya baca secarik kertas nya, hasilnya "
kedua tuba Paten " Puji Tuhan. Tuhan sangat baik banget, di saluran tuba
saya tidak ada yang tersumbat, semua baik. Di hasil HSG terlihat bahwa
cairan bisa keluar dari tuba kanan dan kiri. Hati senang, dan rasa sakit yang tadi langsung hilang hehe. Dan biaya HSG nya Rp
1.491.000 sudah dapat 1 CD ( hasil dalam bentuk CD ), hasil foto rahim bentuknya seperti hasil foto rontgen dan juga surat keterangan untuk membaca hasilnya.
Tanggal 6 Maret 2019
Setelah HSG, saya kembali bertemu dengan dokter Handojo di hari ke 12 setelah haid untuk cek telur dan juga memperlihatkan hasil HSG. Karena hari ke 12 jatuhnya di hari rabu, jadi dokternya tidak praktek di RS Omni, melainkan di klinik nya di daerah serpong ( klinik sehati ) akhirnya saya datang ke klinik. Seperti biasa dokternya selalu ramah, dan dokter bilang, kalau hasil test HSG bagus maka akan dibantu dengan obat penyubur dan asam folat. Kembali lagi saya di cek melalui transvaginal dan terlihat dirahim saya hanya ada 1 telur di rahim kiri, dirahim kanan tidak terlihat. Akhirnya saya tanya sama dokter apakah dengan 1 telur bisa dibuahi? Dokter bilang bisa, kalau 2 justru kembar. Saya tetap optimis di bulan maret ini bisa hamil, lalu saya pulang kerumah dengan semangat :)
Setelah HSG, saya kembali bertemu dengan dokter Handojo di hari ke 12 setelah haid untuk cek telur dan juga memperlihatkan hasil HSG. Karena hari ke 12 jatuhnya di hari rabu, jadi dokternya tidak praktek di RS Omni, melainkan di klinik nya di daerah serpong ( klinik sehati ) akhirnya saya datang ke klinik. Seperti biasa dokternya selalu ramah, dan dokter bilang, kalau hasil test HSG bagus maka akan dibantu dengan obat penyubur dan asam folat. Kembali lagi saya di cek melalui transvaginal dan terlihat dirahim saya hanya ada 1 telur di rahim kiri, dirahim kanan tidak terlihat. Akhirnya saya tanya sama dokter apakah dengan 1 telur bisa dibuahi? Dokter bilang bisa, kalau 2 justru kembar. Saya tetap optimis di bulan maret ini bisa hamil, lalu saya pulang kerumah dengan semangat :)
biaya di klinik sehati
Konsultasi 150.000
Transvaginal 350.000
Lipesco 150.000 ( vit utk suami )
Folac 75.000 ( asam folat utk istri )
Femaplex 100.000 ( obat penyubur klo datang haid )
Adm 20.000
Total 845.000
Saya
berharap bulan Maret ini ada kabar baik, tapi setelah beberapa hari
menjelang haid badan sudah merasakan tanda-tanda mau haid. Dan benar,
akhirnya si Bulan datang, jadi saya harus minum obat femaplex nya deh
😥😥😥
Saya
berusaha menyemangati diri saya, untuk tidak menyerah dalam promil
tahun ini, memang saya akui, rasa lelah dalam menunggu ada, apalagi
harus bolak balik konsultasi tiap bulan, belum lagi biayanya. Tapi suami
selalu support, selagi kita berusaha pasti Tuhan berikan jalan dan
berkat. Semoga bulan depan ada kabar baik Amin
Inilah cerita promil saya sampai bulan Maret 2019, nanti saya akan cerita kembali tentang program nya di next post yaa :)
hallo bun, apakah promil di dokter Handojo sudah berhasil?
BalasHapus