Minggu, 25 Agustus 2013

Happy Family

Sebelum nya saya belum pernah menceritakan tentang keluarga saya dalam blog ini. Namun kali ini, saya akan bercerita sedikit tentang keluarga saya. Saya hidup dalam sebuah keluarga kecil, yang terdiri dari ayah, ibu, serta adik laki - laki. Saya sangat bersyukur Tuhan memberikan saya kedua orang tua yang begitu baik, serta adik laki - laki yang sangat iseng tapi baik hati nya, hehe.

Saya adalah anak pertama dalam keluarga. Dulu, saya tidak suka kalau saya menjadi anak pertama, karena saya ingin sekali memiliki kakak laki - laki, karena saya berfikir kalau punya kakak laki - laki pasti seru, bisa melindungi saya, dan saya bisa share tentang apa yang saya alami, tentunya sebagai kakak pasti dia bisa memberikan solusi yang terbaik. Dan saya juga ingin memiliki adik perempuan, supaya kalau jalan - jalan ke mall ada yang temenin, bisa tukar - tukaran baju, accesoris, dll haha. Itulah keinginan saya dulu yang sempat bermimpi untuk terlahir menjadi anak kedua di dalam keluarga.

Namun saya bersyukur kepada Tuhan, Dia yang tahu apa yang terbaik buat saya. Sekarang saya tidak pernah menyesal karena saya lahir menjadi anak pertama, kenapa? karena saya memiliki adik yang sangat baik, dia bisa menjadi kakak yang selalu melindungi saya dan teman curhat yang asyik, walaupun terkadang kami suka berselisih paham sedikit. Saya dan adik saya memiliki perbedaan usia 2 tahun, namun ia sangat tinggi sehingga terkadang orang - orang yang melihat kami, menganggap dia adalah kakak saya.

 Nama adik saya adalah Martin. Dia anak yang baik, saya bersyukur karena saya memiliki adik seperti dia, disaat saya sedang sedih, atau pun ada orang yang menyakiti hati saya pasti dia akan bertanya siapa yang membuat saya sedih, lalu dia bilang " tenang ajah, ada martin disini ". Kata yang cukup simple, namun sangat berarti sekali untuk saya. Saya merasa dia selalu ada disamping saya ketika ada orang yang mencoba menyakiti saya.

Oh yah, selain itu dia juga sangat pintar bermain Bass, sejujurnya saya kagum sama adik saya itu. Orang tua saya tidak pernah memberikan les musik kepada adik saya, namun yang membuat saya heran, adik saya jago dalam bermain musik. Dia bisa bermain gitar, bass, sedikit bermain piano dan drum. Semua itu dia hanya belajar secara otodidak, dan sesekali ia membuka youtube dan melihat cara orang hebat memainkan sebuah musik. Wow.. keren...


Foto martin waktu masih kecil
Sekarang dia sudah dewasa

Saya juga bersyukur mempunyai ibu yang sangat luar biasa. Dia bisa menjadi Ibu, sekaligus teman curhat, sahabat, semuanya deh. Saya juga bangga karena ibu saya adalah seorang pendoa. Dia sangat rajin berdoa, bahkan kalau boleh dibilang, saya jauh dibandingkan ibu saya. Keimanan nya juga sangat kuat, pokoknya saya sangat bahagia memiliki ibu sepertinya.
Aku dan mama

Ayah saya adalah tipe orang yang cuek. Bahkan mungkin saya merasa ayah saya kurang care terhadap anak. Namun ibu saya selalu bilang " tidak ada orang tua yang tidak sayang terhadap anaknya " Ya, saya percaya itu, karena saya pernah melihat sendiri bagaimana kekhawatiran seorang ayah terhadap anaknya.
Suatu malam, adik saya belum pulang kerumah, dan waktu sudah menunjukan pukul 23.30. Lalu ayah saya mulai bingung karena adik saya tidak dapat dihubungi. Dia gelisah dan meminta ibu saya untuk mencari tahu keberadaan adik saya, karena ayah saya tidak mempunyai nomor telepon teman adik saya.

Aku dan papa

Disitu saya melihat, ohh jadi ternyata yang menurut saya cuek nyata nya tidak. Ia khawatir juga terhadap anaknya, hanya saja dia tidak secara langsung menunjukan bentuk sayang nya terhadap anaknya. Tapi bagaimana pun saya bersyukur karena memiliki ayah sepertinya. Banyak jasa - jasa nya yang belum bisa saya balas.

Itulah sedikit cerita tentang keluarga saya, dan sekali lagi saya bersyukur karena Tuhan menghadirkan saya ditengah - tengah keluarga yang nyaman seperti ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar