Kamis, 24 Oktober 2019

promil part 3

Hai guys, apa kabar? saya mau lanjut cerita tentang promil lagi ya. Jujur, saya kepingin banget hamil normal tanpa promil. Saya ingin kabar bahagia itu datang tanpa saya harus bolak balik ke dokter untuk kontrol, tapi sebagai manusia saya tetap berusaha sebisa saya.

Setelah dapat haid dibulan maret 2019, saya teringat akan teman saya yang bercerita kalau dia dapat hamil karena mengkonsumsi minuman korea selama 15 hari ( padahal dia ada endometriosis ) nama minuman tersebut yaitu Bokbunja Gochang. Karena ngebet banget pengen punya anak akhirnya tgl 29 Maret 2019 saya beli minuman tersebut di ilotte harga nya Rp 626.000 isi 30pcs gratis 6pcs. Jadi setelah minum Femaplex sampai hari ke 6, di hari ke 10 nya saya minum bokbunja ini, suami juga ikut minum. Saya pikir, mungkin saya akan mengikuti jejak nya yang akan hamil setelah mengkonsumsi minuman korea itu. Nyatanya... hiksss... belum rejeki guys. Saya masih dapat haid lagi :(

gambarnya seperti ini guys..

 
 
Tanggal 6 April 2019 saya kembali lagi ke RS Omni untuk bertemu dengan dokter Handojo. Kali ini saya mau cek telur, Puji Tuhan kata dokter telurnya bagus besar-besar. Dokter hanya memberikan saran untuk melakukan hubungan dihari ke 12, 14 dan 16, dokter juga tidak meresepkan apa-apa karena beliau bilang semoga bulan ini terjadi pembuahan.

Biaya :
Admin 50.000
Dokter 250.000
Transvaginal 585.000
Lain-lain 1.621
Total 886.621

Saya pulang kerumah dengan bahagia, saya coba lagi sebisa saya. Saya rasa mungkin bulan ini akan berhasil, saya teramat yakin, tapi ternyata bulan ini saya masih haid juga :( Seperti biasa, setiap dapat haid saya merasa sedih, bukan karena saya tidak bersyukur, tapi saya bingung saya harus gimana lagi, ke dokter sudah, teman bilang minum ini bagus saya ikutin tapi belum hamil juga. Saya down, saya merasa saya butuh keberanian lagi untuk ke dokter, karena saya takut kecewa lagi. Disaat diagnosa bagus, tapi hasil belum sesuai harapan :(

Suami bilang, kita istirahat dulu saja dari promil ini, mungkin kalau kita santai aja malahan akan dapat. Dibulan Mei 2019 saya tidak konsultasi ke dokter, dibulan Juni 2019 saya hanya papsmear aja di RS betshaida ( ada promo 300.000 )

Dibulan Juli 2019, saya mulai mencoba lagi untuk promil, tapi saya tidak mau ke dokter dulu, saya mau coba lagi minuman korea yang waktu bulan Maret saya beli. Waktu saya beli di ilotte sedang ada promo Rp 504.000 isi 30 gratis 6pcs. Semoga bulan ini berhasil dengan rutin minum ini, saya udah tidak mau stress mikirin jadi saya bawa enjoy aja, dapat ya puji Tuhan kalau belum yasudah saya coba lagi. Akhirnya, bulan Juli masih dapat haid lagi :) :) gapapa, masih ada bulan depan, masih ada harapan.

Tanggal 23 Agustus 2019, saya beli lagi obat penyubur Femaplex ( Rp 100.000 untuk 5 tablet ) suami juga beli vitamin biosan supaya saya dan suami sama-sama dalam kondisi bagus untuk mempersiapkan pembuahan. Saya dan suami berserah kepada Tuhan, kalau memang sudah waktuNya pasti akan dikasih. Bulan Agustus masih dapat haid juga, kami putuskan untuk tidak memikirkan tentang anak dulu. Kami fokus tentang masa depan, apa yang kami mau capai, apa yang mau kami kerjakan.

Bulan September saya masih haid juga, bulan Oktober ini juga masih haid. Harapan saya, semoga sebelum tahun 2019 ini berakhir saya sudah bisa hamil, tapi ya balik lagi, manusia boleh berencana namun Tuhan yang menentukan. Saya ga bisa memaksa Tuhan untuk menuruti keinginan saya, tapi saya percaya waktu Tuhan pasti yang TERBAIK. Kadang saya tidak mengerti apa yang mau Tuhan kerjakan dalam hidup saya, tapi dengan masa penantian ini saya tau, bahwa sifat saya banyak yang Tuhan ubahkan. Tuhan mau saya lebih sabar, saya yakin Janji Tuhan TIDAK PERNAH GAGAL.

Ditahun ini, meski saya masih berjuang untuk mendapatkan buah hati, di sisi lain saya juga bahagia karena teman baik saya, Lisa, Efelin dan lily semua melahirkan ditahun yang sama. Saya bersyukur teman-teman saya mudah dalam mendapat keturunan. Semoga saya juga bisa hamil biar bisa playdate bareng2 hehhe. Doakan aku ya guys :)

Selasa, 26 Maret 2019

Promil part 2

saya akan melanjutkan kembali cerita program hamil yang beberapa bulan lalu sempat saya share. Masih ditahun 2018 tepatnya tanggal 28/7/18 suami saya konsul ke dokter Herry di RS Siloam untuk mengecek lagi kira-kira suami saya harus ngapain lagi karena secara tes hasil sperma semua bagus. Dokternya bilang " semua baik2 aja pak, bu ditunggu saja ya "akhirnya dokter hanya kasih vitamin aja

biaya:
konsultasi 300.000
vitamin 770.000
admin 50.000
total 1.120.000

setelah minum sekitar 1 bulanan, saya masih menstruasi juga hehe, jadi saya dan suami memutuskan untuk memberhentikan vitamin tersebut dan akan fokus promil ditahun 2019. Ini adalah konsul terakhir di tahun 2018.



2019

Tahun 2019 ini saya dan suami bertekad untuk semakin fokus untuk menjalankan program hamil.
kalau ditahun 2017 saya ke dokter hanya 1x karena masih diawal-awal pernikahan. Tahun 2018 juga beberapa kali saja, nah tahun ini bener-bener fokus dan semakin diniatkan karena usia pernikahan sudah memasuki 2 tahun lebih.

Tanggal 12 Januari 2019
saya pernah cerita di blog sebelumnya kalau saya ingin sekali ganti dokter, dan setelah saya googling dapatlah disalah satu blog ada yang berhasil program dengan dokter Handojo Tjandra di RS Omni. Dokter ini sepertinya masih saudaraan sama dokter Ong Tjandra yang saya promil sebelumnya di Betshaida. ( selain nama belakang yang sama, mereka juga bersama2 membuka klinik di daerah serpong, namanya klinik sehati ). Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan beliau, saya ceritakan semua apa yang saya sudah lakukan selama ini, dan saya bawa semua catatan hasil program sebelumnya. Dokternya sangat baik, mau mendengarkan, dan tidak terburu-buru saat konsultasi. Setelah konsul, lalu dokternya cek rahim saya melalui transvaginal. Beliau bilang rahim oke, dan saya disarankan agar cek HSG ( untuk melihat apakah ada penyumbatan disaluran tuba ). Jujur, sebenarnya saya tidak mau sampai HSG karena teman ada yang bilang rasanya sangat tidak nyaman, dan sakit. Tapi karena dokter menyarankan seperti itu saya tetap harus ikutin.

biaya:
Dokter 250.000
Transvaginal 585.000
obat 239.715
by adm dan kartu 80.000
Total 1.154.715


Tanggal 2 Febuari 2019
Akhirnya saya memberanikan diri untuk tes HSG. Pas di hari ke 11 setelah haid, saya ditemani suami ke RS Betshaida. Sebelum ke RS saya sudah browsing2 tentang HSG ini. ada yang bilang sakit, ada yang bilang tidak. Tapi saya mau tetap optimis dan terus berfikir tidak sakit. Sesampainya di ruang radiologi, suster menyuruh saya berganti pakaian dulu (pakaian RS), setelah itu saya mulai masuk ke suatu ruangan, saya di suruh berbaring diatas tempat ( diatas alat untuk HSG ) mulailah bagian perut kebawah difoto melalui alat tersebut, gunanya untuk mengambil gambar sebelum rahim dimasukan cairan. Lalu dokter mulai memberikan betadine, dan mulai memasukan alat ke bagian vagina dan menyemprotkan cairan. Begitu cairan itu disemprotkan rasanya mules seperti mau buang air besar, melilit. Sewaktu cairan dimasukan, bagian atas alat tersebut memfoto bagian rahim. Saya pikir sekali semprot sudah selesai, ternyata belum, harus sekali lagi, lalu mulai mules lg. Dokternya sih baik dia ajak saya bicara terus biar saya tidak ingat-ingat rasa mulesnya. Tapi saya tidak bisa fokus apa yang dokter tanya, jadi saya balas sesingkat mungkin ( orang lagi mules diajak ngomong wkwk maap yaa dok ). Nah setelah semprotan kedua dan sudah difoto akhirnya saya diperbolehkan untuk beres-beres setelah itu berbaring kembali diatas alat HSG, bukan untuk disemprot cairan lagi ya hehehe tapi untuk difoto bagaimana keadaan rahim setelah disemprotkan cairan. Test HSG pun selesai, menurut saya test ini cukup membuat saya risih dan ketika cairan dimasukan berasa mules, dan cukup membuat saya trauma haha. Apalagi pas masuk keruangan nya, dingin, sendirian, hanya ditemani 2 suster dan 1 dokter duhh berasa kayak mau lahiran normal wkwkwk.

Ketika saya keluar dari ruangan, saya liat suami saya sedang gelisah ketika saya tanya kenapa, dia bilang katanya dia kepikiran kenapa saya lama sekali, dia sambil baca mazmur 91 untuk mendoakan saya ( udah kayak mau lahiran kan didoain begitu kwkwkw ) tapi ya itulah tugas suami selalu mensupport dan mendoakan. Saya dan suami menunggu kurang lebih 1 jam untuk menunggu hasilnya. Sambil menunggu, saya terus berdoa biar hasil nya bagus, dan biar tidak ada penyumbatan, dan saya makan es cream untuk menenangkan hati saya. Jujur, tangan dan kaki saya gemetaran, keluar dari ruangan radiologi masih lemes dan deg-deg an.

Hasil pun keluar, saya ambil dan saya baca secarik kertas nya, hasilnya " kedua tuba Paten " Puji Tuhan. Tuhan sangat baik banget, di saluran tuba saya tidak ada yang tersumbat, semua baik. Di hasil HSG terlihat bahwa cairan bisa keluar dari tuba kanan dan kiri. Hati senang, dan rasa sakit yang tadi langsung hilang hehe. Dan biaya HSG nya Rp 1.491.000 sudah dapat 1 CD ( hasil dalam bentuk CD ), hasil foto rahim bentuknya seperti hasil foto rontgen dan juga surat keterangan untuk membaca hasilnya.


Tanggal 6 Maret 2019
Setelah HSG, saya kembali bertemu dengan dokter Handojo di hari ke 12 setelah haid untuk cek telur dan juga memperlihatkan hasil HSG. Karena hari ke 12 jatuhnya di hari rabu, jadi dokternya tidak praktek di RS Omni, melainkan di klinik nya di daerah serpong ( klinik sehati ) akhirnya saya datang ke klinik. Seperti biasa dokternya selalu ramah, dan dokter bilang, kalau hasil test HSG bagus maka akan dibantu dengan obat penyubur dan asam folat. Kembali lagi saya di cek melalui transvaginal dan terlihat dirahim saya hanya ada 1 telur di rahim kiri, dirahim kanan tidak terlihat. Akhirnya saya tanya sama dokter apakah dengan 1 telur bisa dibuahi? Dokter bilang bisa, kalau 2 justru kembar. Saya tetap optimis di bulan maret ini bisa hamil, lalu saya pulang kerumah dengan semangat :)

biaya di klinik sehati
Konsultasi 150.000
Transvaginal 350.000
Lipesco 150.000 ( vit utk suami )
Folac 75.000 ( asam folat utk istri )
Femaplex 100.000 ( obat penyubur klo datang haid )
Adm 20.000 
Total 845.000

Saya berharap bulan Maret ini ada kabar baik, tapi setelah beberapa hari menjelang haid badan sudah merasakan tanda-tanda mau haid. Dan benar, akhirnya si Bulan datang, jadi saya harus minum obat femaplex nya deh 😥😥😥

Saya berusaha menyemangati diri saya, untuk tidak menyerah dalam promil tahun ini, memang saya akui, rasa lelah dalam menunggu ada, apalagi harus bolak balik konsultasi tiap bulan, belum lagi biayanya. Tapi suami selalu support, selagi kita berusaha pasti Tuhan berikan jalan dan berkat. Semoga bulan depan ada kabar baik Amin

Inilah cerita promil saya sampai bulan Maret 2019, nanti saya akan cerita kembali tentang program nya di next post yaa :)