Senin, 25 Juni 2018

promil part 1

Hai guys, di blog yang sebelumnya saya udah janji untuk share perjalanan promil saya, dan sekarang saya akan bahas dengan detail ya ( dari proses sampai biaya ). Sekali lagi, saya share tentang biaya nya tidak ada maksud apa-apa, hanya sebagai referensi untuk temen2 yang ingin promil :) semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi juga buat kalian yang sedang promil :)

Pertama, yang harus dilakukan kalau mau program hamil ( promil ) adalah suami dan istri datang ke dokter SPOG untuk konsultasi dan di cek. Dokter yang saya datangi adalah Dokter Ong di RS Betshaida, menurut ceritanya dia adalah dokter yang paling favorit se tangerang, dan memang benar begitu saya mau buat janji dengan beliau harus menunggu 1 bulan. Akhirnya tanggal 14 Juni 2017 saya dapat jadwal bertemu dengan dokter Ong, pas sampai diruangan, dokter tanya beberapa pertanyaan
Dokter : sudah berapa lama menikah?
Saya :  6 bulan dok
Dokter : baru 6 bulan udah mau promil?
Saya : Iya dok, biar cepat punya anak
Dokter : kalau masih 6 bulan ya sabar dulu aja, tapi gapapa tar kita cek dulu ya
sesudah perbincangan tersebut, akhirnya saya di cek namanya USG Transvaginal, yaitu dimana pengecekannya dilakukan dengan alat  yang dimasukan ke dalam vagina untuk melihat kondisi rahim apakah bagus atau tidak. Setelah di cek Puji Tuhan kata dokter rahim baik-baik aja. Lalu dokter bilang supaya saya menunggu 6 bulan lagi sampai bulan Desember 2017, kalau sampai Desember 2017 masih belum hamil juga, suami juga harus di cek yaitu dengan cek sperma. Kalau sudah cek sperma, nanti balik lagi ke dokter untuk dilihat bagaimana hasilnya.
Biaya untuk pengecekan
USG Transvaginal 200.000
Dokter 300.000
Administrasi ( pasien baru ) 75.000
Total 575.000

Setelah kami menunggu 6 bulan lagi seperti saran dokter Ong, saya tak kunjung hamil juga, jadi saya dan suami putuskan untuk mengecek sperma. Tanggal 10 Febuari 2018 saya dan suami ke Prodia untuk cek sperma. Biaya nya 428.000. Hasilnya bisa ditunggu 4 jam. Kira-kira jam 3 sore, hasil lab nya keluar, saat itu perasaan saya campur aduk, karena saya takut dengan hasilnya. Tapi PUJI TUHAN hasilnya baik " Normozoospermia " yang artinya sperma baik dan sesuai standar ( saya tau baik karena pas terima hasil saya langsung googling karena penasaran )

Tanggal 28 Febuari 2018 saya balik lagi ke dokter Ong, dengan membawa hasil tes sperma. Dokter bilang hasilnya bagus ( sesuai dengan kata mbah google ) hahaha, suami disarankan makan buah, sayur, tidak minum kopi, dan tidak stress. Lalu saya kembali di cek transvaginal ( sebenarnya ga mau, tapi kata dokter buat dilihat ada sel telurnya tidak ) pas dilihat katanya sel telurnya bagus, besar-besar. Kali ini dokter memberikan obat penyubur kandungan nama Fertin. Obat ini diminum di hari ke 2-6 pada masa haid.
Biaya yang dikeluarkan
USG Transvaginal 200.000
Dokter 300.000
Administrasi ( pasien lama ) 30.000
total 530.000

Obat Fertin nya beli di apotek berkat untuk 5 tablet nya seharga 77.450,-
Saya minum obat Fertin ini sudah 2x siklus menstruasi namun belum ada kehamilan juga.
Saya coba googling tentang obat ini dan ternyata ini adalah obat keras dan harus sesuai dengan resep dokter dan tidak boleh diminum lebih dari 3x siklus menstruasi. Karena saya sudah 2x minum dan belum ada perubahan, akhirnya saya menghentikan obat tersebut karena obat tersebut membuat berat badan saya naik, dan yang saya baca juga bisa mengakibatkan kista, jadi akhirnya saya tidak meminum obat fertin lagi.

Saya juga berniat untuk mengganti dokter ( tapi masih dalam pertimbangan ) karena dokter Ong terlalu ramai, untuk bertemu dengan beliau harus dari 1 bulan sebelumnya, lalu jadwalnya hari rabu, jadi saya harus cuti kerja.

Di bulan April 2018, saya juga sempat papsmear untuk menentukan kesehatan leher rahim atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel. Puji Tuhan hasilnya baik dan tidak ada sel-sel berbahaya.

Itulah perjalanan promil saya selama 1.5 tahun ini, semoga saya di segerakan mendapat anak, amin
saya akan terus berusaha sampai mimpi itu menjadi nyata, karena saya percaya begitu kita berusaha Tuhan pasti akan memperhitungkan jerih lelah kita dan Ia pasti akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang berharap penuh kepadaNya. Kalau temen-temen yang baca ini sedang berjuang juga, ayooo semangat jangan menyerah, rasa lelah, ketakutan, khawatir pasti ada, cuma kita tidak boleh lemah, harus tetap semangat karena tidak ada usaha yang membohongi hasil.

Tetap percaya bahwa Mujizat Tuhan Masih ada.. GBU