Ahok, siapa yang tidak kenal dengan nama itu? Dia adalah seorang Gubernur DKI Jakarta. Dia keturunan cina dan beragama kristen. Ya, tentu kalian kaget kok bisa ya cina memimpin Jakarta? bukannya cina terlebih lagi kristen adalah kaum minoritas? Itulah hal yang sering banget dipertanyakan oleh orang-orang. Inilah Indonesia, yang ber bhineka tunggal ika tapi sayang semua itu hanyalah semboyan semata. Nyatanya hari ini, tgl 9 Mei 2017 Ahok dinyatakan bersalah oleh hakim, padahal ia bukanlah koruptor, bukan pembunuh atau pun melakukan hal yang keji lainnya, dia adalah pelayan masyarakat yang membela hak - hak masyarakat kaum yang kurang mampu. Apakah yang dilakukan oleh ahok itu salah? TIDAK. Lalu siapakah yang salah? kenapa ahok dipenjara? apa salahnya?
Hari ini saya benar-benar sangat sedih, rasanya saya tidak terima kalau ahok sampai harus dipenjara. Karena saya tau dia tidak bersalah. Ahok hanya berbicara apa adanya, sama sekali tidak ada unsur untuk menistakan agama siapapun. Tapi, karena ada segelintir orang yang tidak suka sama ahok, maka dibuatlah drama seolah-olah ahok sudah menistakan agama. Orang-orang tersebut tentunya para pebisnis yang usahanya tersendat karena regulasi yang dibuat oleh ahok, dan orang yang haus akan jabatan.
Terkadang saya tidak habis pikir, apa yang ada didalam benak orang-orang yang membenci ahok. Mengapa perbedaan ras dan agama dipermasalahkan? kalau orang tersebut lebih baik kenapa tidak dipilih? mereka berteriak untuk membela Allahnya, padahal Tuhan itu tidak perlu dibela karena Dia adalah Tuhan yang maha tau, dan maha segalanya. Dia mampu melakukan apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh manusia jadi kenapa harus dibela? Itulah sempitnya pemikiran orang bumi datar saat ini, mereka merasa paling benar, paling tulus, paling pinter, dan paling tau segalanya. Nyatanya? mereka tidak tau apa-apa. Mereka hanya dihasut, dicuci pikirannya untuk membenci sesama, sehingga yang ada dalam benak mereka hanya menghakimi saja. Mereka tidak pernah berfikir, apakah mereka lebih baik daripada ahok? apakah yang mereka lakukan jauh lebih baik dari yang ahok lakukan? mereka hanya melihat 1 kesalahan tetapi kebaikan ahok membantu rakyat kecil tidak mereka perhitungkan.
Apakah mereka kurang puas?? mereka menghasut sesama nya untuk membenci ahok, agar ahok tidak terpilih lagi sebagai gubernur. Dan hasilnya benar, diputaran ke 2 ahok kalah suara. Hal itu terjadi karena orang yang memilih ahok diputaran pertama beralih untuk memilih lawan dari ahok dikarenakan mereka diharuskan memilih yang sesama muslim, belum lagi drama kalau memilih ahok nanti ketika meninggal tidak disholatkan lah, dianggap pengikut kafir dsb. Memang, lawan dalam pilkada adalah seorang muslim, mereka takut kalau cina akan memimpin negara, padahal ahok hanya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat kecil saja.
Tidak hanya sampai disitu, mereka belum puas kalau ahok kalah, mereka mendengar isu-isu kalau ahok akan dijadikan mendagri, beberapa orang yang tidak suka dengan ahok langsung seperti cacing kepanasan, mereka langsung memikirkan cara-cara lain untuk menjatuhkan ahok. Akhirnya, sebelum sidang vonis ahok, mereka demo lagi, mereka bilang ahok tidak boleh hanya dikenakan vonis 2 tahun masa percobaan. Siapakah yang pantas untuk menghakimi sesamanya? TIDAK ADA. Tetapi kenapa mereka menghakimi? karena mereka sedang dibutakan oleh iblis untuk membenci sesamanya.
Akhirnya, hari ini hakim memutuskan untuk memenjarakan ahok selama 2 tahun dengan pasal penodaan agama. Biasanya keputusan hakim lebih rendah dibandingkan dengan keputusan jaksa, tapi hari ini saya baru lihat bahwa ada hakim yang memberikan keputusan lebih berat daripada keputusan jaksa. Inilah indonesia, saya yakin dibalik ini semua pasti ada dalang orang-orang yang ingin ahok dipenjara. Keadilan di indonesia sudah tidak ada, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Bagaimana kedepannya bangsa ini jika pengadilan saja tidak dapat berlaku adil?
Saya yakin TUHAN tidak pernah tidur, dia pasti akan memberikan yang terbaik buat pak ahok. Mungkin yang terlihat sekarang adalah buruk, tidak sesuai rencana, tetapi percayalah tidak ada kekecewaan ketika kita tulus menaruh harap kepada Tuhan. Saya terus berdoa agar pak ahok kuat, dan suatu saat dapat dipakai Tuhan secara luar biasa. Amin