Mungkin judulnya terlihat agak lebay, hehe. Tapi itulah yang saya rasakan. Seperti yang saya tulis pada awal tahun mengenai resolusi saya di tahun 2014 ini, saya ingin sekali mendapatkan pasangan. Pasangan yang nantinya akan menjadikan saya teman hidup nya. Tepatnya bulan Maret, ada seorang pria yang menyatakan perasaan nya ke saya, dan meminta agar saya menjadi pasangan nya. Dia berkata bahwa dia tidak mencari seorang pacar, tetapi pasangan hidup. Itu juga yang saya cari selama ini. Bukan lagi pacar, yang tidak cocok bisa putus, tetapi mencari seorang pasangan yaitu teman hidup yang akan saling menerima kekurangan satu sama lain.
Nama pria itu adalah Andry Cho. Dia adalah pria yang berhasil mencuri hati saya. Perkenalan kami memang cukup singkat, tapi hati saya berkata bahwa dia adalah pria yang sepadan dengan saya. Pribadinya baik, humoris, dan saya yakin pasti nya dia setia. Saya bersyukur bisa mengenal Andry. Dia anak terakhir dan saya anak pertama. Kami beda 9 tahun, tapi Andry memiliki wajah yang masih imut, sehingga orang yang melihatnya tidak menyangka kalau kami beda umur nya cukup jauh.
Kami berpacaran sudah memasuki bulan ke 6, dan saya melihat perkembangan Andry yang luar biasa cepatnya. Perubahan yang saya maksud adalah perubahan menjadi lebih baik. Andry semakin bulan semakin tambah dewasa, semakin taat dengan Tuhan, semakin mencintai saya dan keluarga saya. Woww.. pokoknya dia adalah pria yang saya idamkan. Saya banyak belajar dari Andry, dia memiliki kesabaran, pengertian, dan hal itu membuat saya nyaman ketika saya dengan nya.
Saya berharap Andry dan saya akan lanjut sampai ke jenjang yang lebih serius lagi. Saya sangat mencintainya begitupun dengan Andry. Banyak hal yang harus kami terima satu sama lain, menerima segala perbedaan dan kekurangan. Tapi tujuan kita sama memiliki keluarga yang bahagia dan mengaplikasikan kerajaan surga di dalam keluarga.
Itulah sedikit cerita saya mengenai kekasih hati saya, Andry.
Rabu, 13 Agustus 2014
Minggu, 23 Februari 2014
Pria Idaman
Sebagai wanita, kita pasti ingin sekali memiliki seorang pendamping hidup yang sesuai dengan apa yang kita idamkan. Contohnya, seorang pria yang baik, bijaksana, mapan, dan tentunya bisa menjadi kepala keluarga yang baik.Masalahnya bagaimana cara nya supaya kita mendapatkan pria yang baik tersebut? Disini saya akan membagikan sedikit tentang cara menemukan pria yang baik.
1. Pergilah ketempat dimana pria baik pergi
Pria yang baik kelakuan nya pasti akan pergi ketempat yang baik pula misalnya kegereja, berkumpul dengan komunitas yang membangun hal - hal positif, dsb. Pria yang baik tidak mungkin pergi ke diskotik, atau tempat hiburan yang negatif. Jadi, apabila kita ingin mendapatkan pria yang baik kita juga harus melibatkan diri kita di lingkungan yang baik. Ketika kita pergi ketempat yang kurang baik, kemungkinan kita akan mendapatkan pasangan dari tempat itu juga.
2. Kenali karakter dan tingkah laku pria tersebut
Apabila kita sudah memiliki teman dekat ( belum jadi pacar ) jangan langsung kita terima menjadi pasangan kita. Kita harus kenali dulu karakter pria tersebut seperti apa. Apakah dia pemarah, mudah tersinggung atau yang lain nya. Lihatlah dari sisi positif dan negatif dari pria itu. Selain itu, cek juga tingkah laku nya ketika sedang jalan bersama ataupun ketika ia sedang dirumah. Bagaimana perlakuan nya terhadap orang tua dan keluarganya, bagaimana hubungannya dengan Tuhan dan dengan lingkungan sekitar. Apakah ia terlibat dalam hal - hal yang kurang baik seperti merokok, narkoba, peminum, dsb. Setelah kita melihat karakter dan tingkah lakunya baru kita akan mempertimbangkan terlebih dahulu.
3. Jangan menurunkan standartmu
Maksudnya adalah ketika kita punya standart untuk pria yang kita idamkan misalnya seiman, tidak merokok. Tiba - tiba datanglah pria yang berbeda keyakinan, dan mempunyai kebiasaan yang kurang baik, janganlah kita menurunkan standart kita hanya karena kita tidak mau kesepian. ( maksudnya menerima pria itu hanya karena kita tidak mau single) Dan jangan berfikir kita bisa merubah kebiasaan orang lain karena untuk mendisiplinkan diri sendiri saja sudah sulit. Jangan pula menurunkan standart kita hanya karena umur kita yang mungkin sudah tidak muda lagi. Tetaplah percaya bahwa Ia pasti memberikan yang terbaik.
4. Bertanya kepada Tuhan
Apabila kita sudah merasa cocok dengan orang tersebut ( ingat, jangan berkompromi dengan standart mu ) misalnya banyak kesamaan dan pria tersebut bertingkah laku baik, itu belum menjadi alasan untuk kita menerima pria itu. Kita harus berdoa dulu, kita bertanya kepada Tuhan apakah pria tersebut memang untuk kita. Tuhan akan memberikan kita hikmat untuk memilih. Apabila kita sudah yakin dengan pilihan kita, baru kita memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi.
1. Pergilah ketempat dimana pria baik pergi
Pria yang baik kelakuan nya pasti akan pergi ketempat yang baik pula misalnya kegereja, berkumpul dengan komunitas yang membangun hal - hal positif, dsb. Pria yang baik tidak mungkin pergi ke diskotik, atau tempat hiburan yang negatif. Jadi, apabila kita ingin mendapatkan pria yang baik kita juga harus melibatkan diri kita di lingkungan yang baik. Ketika kita pergi ketempat yang kurang baik, kemungkinan kita akan mendapatkan pasangan dari tempat itu juga.
2. Kenali karakter dan tingkah laku pria tersebut
Apabila kita sudah memiliki teman dekat ( belum jadi pacar ) jangan langsung kita terima menjadi pasangan kita. Kita harus kenali dulu karakter pria tersebut seperti apa. Apakah dia pemarah, mudah tersinggung atau yang lain nya. Lihatlah dari sisi positif dan negatif dari pria itu. Selain itu, cek juga tingkah laku nya ketika sedang jalan bersama ataupun ketika ia sedang dirumah. Bagaimana perlakuan nya terhadap orang tua dan keluarganya, bagaimana hubungannya dengan Tuhan dan dengan lingkungan sekitar. Apakah ia terlibat dalam hal - hal yang kurang baik seperti merokok, narkoba, peminum, dsb. Setelah kita melihat karakter dan tingkah lakunya baru kita akan mempertimbangkan terlebih dahulu.
3. Jangan menurunkan standartmu
Maksudnya adalah ketika kita punya standart untuk pria yang kita idamkan misalnya seiman, tidak merokok. Tiba - tiba datanglah pria yang berbeda keyakinan, dan mempunyai kebiasaan yang kurang baik, janganlah kita menurunkan standart kita hanya karena kita tidak mau kesepian. ( maksudnya menerima pria itu hanya karena kita tidak mau single) Dan jangan berfikir kita bisa merubah kebiasaan orang lain karena untuk mendisiplinkan diri sendiri saja sudah sulit. Jangan pula menurunkan standart kita hanya karena umur kita yang mungkin sudah tidak muda lagi. Tetaplah percaya bahwa Ia pasti memberikan yang terbaik.
4. Bertanya kepada Tuhan
Apabila kita sudah merasa cocok dengan orang tersebut ( ingat, jangan berkompromi dengan standart mu ) misalnya banyak kesamaan dan pria tersebut bertingkah laku baik, itu belum menjadi alasan untuk kita menerima pria itu. Kita harus berdoa dulu, kita bertanya kepada Tuhan apakah pria tersebut memang untuk kita. Tuhan akan memberikan kita hikmat untuk memilih. Apabila kita sudah yakin dengan pilihan kita, baru kita memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi.
Senin, 06 Januari 2014
Resolusi 2014
Hai guys, tidak terasa sekarang kita sudah memasuki tahun 2014. Apakah kalian sudah membuat resolusi?
Saya sendiri sudah membuat resolusi untuk tahun 2014. Kita tidak hanya membuat resolusi tetapi harus dilengkapi dengan langkah - langkah yang mengacu pada perubahan sikap dan perilaku. Dan saya akan membocorkan sedikit tentang resolusi saya di tahun ini.
1. Membahagiakan keluarga
2. Menjadi wanita yang bijak dan dewasa
3. Menjadi contoh yang baik untuk orang lain
4. Menjadi mahasiswi yang pintar dan kreatif
5. Memiliki pasangan yang terbaik
Nah dari resolusi diatas, saya harus benar - benar fokus dalam mewujudkan hal tersebut. Saya akan membuat langkah - langkah apa saja yang akan membantu untuk mencapai resolusi saya.
1. Membahagiakan keluarga
Keluarga adalah hal terindah yang saya miliki dalam dunia ini, oleh sebab itu saya ingin sekali membahagiakan keluarga saya. Seperti yang saya pernah ceritakan, di tahun 2013 tepatnya di bulan Juli, Tuhan menghadiahkan saya sebuah rumah yang saya inginkan selama ini. Memang, rumah yang mungil tersebut masih harus banyak yang direnovasi. Nah, keinginan saya adalah membuat keluarga saya semakin nyaman saat berada dirumah, maka saya ingin sekali merenovasi rumah. Tapi, uang nya dari mana? saya sempat berfikir apakah bisa? Memang, secara logika mungkin tidak masuk akal, tetapi bagi Tuhan tak ada yang mustahil bagi orang percaya. Bagian saya cuma percaya saja. Pada waktu ibadah buka tahun tanggal 1 Januari, saya pergi ibadah dengan ibu saya. Di selipan warta tersebut, ada kertas yang tersedia untuk diisi dengan pokok - pokok doa yang kita inginkan. Akhirnya saya menulis bahwa keinginan saya adalah saya mau agar rumah saya direnovasi. Dan memang, Tuhan sangat teramat baik bagi saya. Tidak butuh waktu yang lama, Tuhan menjawab doa saya dalam 1 minggu. Hari ini rumah saya mulai di renov, saya pun hampir tidak percaya. Itulah kebaikan yang rasakan dari Tuhan diawal tahun 2014 ini. Ketika kita mulai mempunyai keinginan yang baik, maka Tuhan akan memberikan jalan :)
2.Menjadi wanita yang bijak dan dewasa
Saya ingin menjadi seorang wanita yang bijak dan dewasa, baik dalam hal bersikap atau pun berfikir. Saya tidak mau seperti wanita yang mengikuti arus duniawi, tetapi saya mau jadi beda dengan yang lain. Saya belajar dari kisah Ester dan Ruth, ketika mereka bijak dan dewasa Tuhan memberikan hal - hal yang luar biasa yang dipercayakan kepada mereka.
Ada beberapa cara untuk menjadi bijak, yaitu :
- Berhikmat
- Meningkatkan " Keahlian"
- Memiliki karakter yang " menyenangkan" contohnya : Humoris, tidak cepat marah dan tersinggung
- Perkataan nya membangun, contoh : Mengeluarkan kata - kata positif
- Mengasihi jiwa - jiwa, contoh : Memikirkan kepentingan orang lain, tidak egois
- Haus akan pengajaran, contoh : Mau terus belajar untuk menjadi yang terbaik
- Cinta Teguran / nasehat, contoh : Mau ditegur, Mau dinasehati, mau di pimpin
Saya sendiri sudah membuat resolusi untuk tahun 2014. Kita tidak hanya membuat resolusi tetapi harus dilengkapi dengan langkah - langkah yang mengacu pada perubahan sikap dan perilaku. Dan saya akan membocorkan sedikit tentang resolusi saya di tahun ini.
1. Membahagiakan keluarga
2. Menjadi wanita yang bijak dan dewasa
3. Menjadi contoh yang baik untuk orang lain
4. Menjadi mahasiswi yang pintar dan kreatif
5. Memiliki pasangan yang terbaik
Nah dari resolusi diatas, saya harus benar - benar fokus dalam mewujudkan hal tersebut. Saya akan membuat langkah - langkah apa saja yang akan membantu untuk mencapai resolusi saya.
1. Membahagiakan keluarga
Keluarga adalah hal terindah yang saya miliki dalam dunia ini, oleh sebab itu saya ingin sekali membahagiakan keluarga saya. Seperti yang saya pernah ceritakan, di tahun 2013 tepatnya di bulan Juli, Tuhan menghadiahkan saya sebuah rumah yang saya inginkan selama ini. Memang, rumah yang mungil tersebut masih harus banyak yang direnovasi. Nah, keinginan saya adalah membuat keluarga saya semakin nyaman saat berada dirumah, maka saya ingin sekali merenovasi rumah. Tapi, uang nya dari mana? saya sempat berfikir apakah bisa? Memang, secara logika mungkin tidak masuk akal, tetapi bagi Tuhan tak ada yang mustahil bagi orang percaya. Bagian saya cuma percaya saja. Pada waktu ibadah buka tahun tanggal 1 Januari, saya pergi ibadah dengan ibu saya. Di selipan warta tersebut, ada kertas yang tersedia untuk diisi dengan pokok - pokok doa yang kita inginkan. Akhirnya saya menulis bahwa keinginan saya adalah saya mau agar rumah saya direnovasi. Dan memang, Tuhan sangat teramat baik bagi saya. Tidak butuh waktu yang lama, Tuhan menjawab doa saya dalam 1 minggu. Hari ini rumah saya mulai di renov, saya pun hampir tidak percaya. Itulah kebaikan yang rasakan dari Tuhan diawal tahun 2014 ini. Ketika kita mulai mempunyai keinginan yang baik, maka Tuhan akan memberikan jalan :)
2.Menjadi wanita yang bijak dan dewasa
Saya ingin menjadi seorang wanita yang bijak dan dewasa, baik dalam hal bersikap atau pun berfikir. Saya tidak mau seperti wanita yang mengikuti arus duniawi, tetapi saya mau jadi beda dengan yang lain. Saya belajar dari kisah Ester dan Ruth, ketika mereka bijak dan dewasa Tuhan memberikan hal - hal yang luar biasa yang dipercayakan kepada mereka.
Ada beberapa cara untuk menjadi bijak, yaitu :
- Berhikmat
- Meningkatkan " Keahlian"
- Memiliki karakter yang " menyenangkan" contohnya : Humoris, tidak cepat marah dan tersinggung
- Perkataan nya membangun, contoh : Mengeluarkan kata - kata positif
- Mengasihi jiwa - jiwa, contoh : Memikirkan kepentingan orang lain, tidak egois
- Haus akan pengajaran, contoh : Mau terus belajar untuk menjadi yang terbaik
- Cinta Teguran / nasehat, contoh : Mau ditegur, Mau dinasehati, mau di pimpin
Langganan:
Komentar (Atom)