Senin, 27 Mei 2013

Elyka, i am proud of you

Hari sabtu yang lalu, saya dan teman - teman semester dua lainnya yang beragama kristen pergi ke Kampoeng Bamboe untuk mengadakan ret - ret bersama. Ret - ret tersebut adalah kegiatan wajib dalam mata kuliah agama kristen.Sebenarnya, kegiatan tersebut terbuka umum, anak kelas lain pun boleh ikut, namun sayang nya kelas lain tidak ada yang berminat, karena mereka menganggap tidak wajib dalam mata kuliah agama mereka, karena memang kami beda dosen. Seperti yang saya ceritakan, saya mempunyai teman dekat 7 orang dikampus ( Seven Up ) 6 orang beragama kristen, 1 orang beragama Budha. Yang mengejutkan untuk saya adalah, meskipun Elyka beragama lain, namun ia mau untuk ikut dalam ret - ret ini.

Disana, sewaktu acara berlangsung baik itu dari Pujian nya sampai kotbah nya pun ia terlihat antusias. Lagu - lagu pujian ketika dibawakan, ia ikut bertepuk tangan dan ikut bernyanyi bersama. Begitu juga ketika kami berdoa, ia ikut berdoa. Saya bangga memiliki teman sepertinya, tidak ada kata " Anti " bagi nya. Elyka ikut acara ini tanpa paksaan. Sangat indah kehidupan ini bila semua orang saling menghormati antara seseorang dengan orang lain.

Saya teringat akan teman saya, yang memiliki ayah dan ibu yang berbeda agama. Ketika ia mau pergi kegereja, dilarang oleh ayah nya, bahkan sampai diancam. Disitu saya melihat, kenapa orang mau beribadah saja dilarang? Namun satu hal yang saya ketahui, kalau itu semua tergantung karakter dari masing - masing setiap pribadi. Apakah kita mau memiliki karakter yang baik, atau tetap pada karakter kita yang lama.

Saya berharap, saya akan menemui banyak Elyka dimana - mana. Dimana pun kita, siapa pun kita hendaklah kita saling menghormati satu sama lain, tidak memandang agama, ataupun hal lain. Buatlah hidup ini menjadi penuh dengan kasih, saling menghargai dan menghormati.