Bagi sebagian orang kata bahagia mempunyai arti tersendiri, ada yang bahagia jika mereka memiliki banyak uang, ada juga yang bahagia karena mendapatkan kedudukan atau jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan. Saya Pribadi, sangat berbahagia karena saya memiliki orang-orang yang mencintai dan menyayangi saya.Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Ia memberikan keluarga, sahabat, teman yang begitu baik. Mereka adalah orang yang selalu memberikan semangat disaat saya sedih, terjatuh, atau saya sedang mengalami kesusahan.
Saya tidak memungkiri bahwa saya juga butuh uang, tetapi uang bukan menjadi fokus utama dalam kehidupan saya. Tolak ukur kebahagiaan saya adalah disaat orang - orang yang saya kasihi dapat tersenyum lebar dan saya dapat membahagiakan mereka, terutama keluarga saya. Bagi saya, kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan saya juga.
Suatu kali saya sempat bertanya kepada anak didik saya, nama nya Olga. " Hal apa yang paling membuat kamu bahagia? " anak itu diam sambil menundukan kepala. Lalu saya bertanya kembali, " Olga, hal apa yang paling membuat kamu bahagia?" dia tetap diam dan berbalik tanya kepada saya " kalau kakak apa yang membuat kakak bahagia? " saya menjawab, " hal yang membuat kakak bahagia sangat sederhana, yaitu bisa berkumpul bersama keluarga " lalu anak itu mulai menundukan kepala dan mulai meneteskan air mata. Saya pun bingung, apakah pertanyaan saya terlalu sulit di mengerti atau karena hal lain.
Akhirnya ketika saya peluk dan saya coba tanya mengapa alasan nya menangis, disitu ia mulai menceritakan apa yang ia rasakan. " kak, yang membuat saya bahagia adalah bisa kumpul lagi dengan keluarga ". Sama hal nya dengan saya kebahagian nya begitu sederhana, tetapi belum bisa di wujudkan karena orang tua nya sudah bercerai ketika ia masih SD.
Ia tinggal dengan ayahnya dan dengan dua adiknya, tetapi karena ayah nya seorang bussiness man, untuk bertemu saja sudah susah, karena ayah nya pergi pagi - pagi sebelum anak nya bangun dan pulang larut malam disaat anak nya sudah tertidur. Sangat jarang sekali bagi Olga dan ayahnya untuk berkomunikasi.
bahkan disaat liburan pun, ayah nya harus bekerja. Memang, secara ekonomi anak itu tidak berkekurangan, apa saja yang ia inginkan pasti ayah nya selalu memberikan. Tetapi anak itu tidak hanya membutuhkan materi, akan tetapi ia juga membutuhkan kasih sayang dan sebuah kebersamaan yang tidak dapat ditukarkan dengan uang.
Hikmah yang saya ambil dalam hal ini, begitu banyak orang rela menukarkan waktu untuk bekerja untuk mendapatkan uang, sehingga ia melupakan kewajiban mereka untuk memperhatikan sekeliling mereka. Sebagian orang berfikir dengan ada nya uang mereka dapat membeli apa yang mereka mau dan hal itu dapat membuat mereka menjadi bahagia. Uang memang bisa membeli barang yang indah, tetapi tidak bisa membeli kasih sayang. Kita harus percaya bahwa Tuhan akan memberkati kita, namun bukan berarti kita hanya duduk diam dan tidak melakukan apa - apa. Kita harus bisa membagi waktu untuk bekerja dan untuk kumpul bersama dengan orang yang kita sayangi. Betapa bahagia nya kalau kita bisa menjalankan kedua hal tersebut.